Sabtu, 04 Februari 2017

SISTEM K O L O I D

A. DISPERSI  K O L O I D
Bila suatu zat dicampurkan dengan zat lain, maka akan terjadi penyebaran secara merata dari suatu zat ke dalam zat lain yang disebut dengan sistem dispersi.Tepung kanji bila dimasuk- kan ke dalam air panas maka akan membentuk sistem dispersi, dengan air sebagai medium pen-dispersi dan tepung kanji sebagai zat terdispersi. Berdasarkan ukuran partikel hasil pendispersian dapat digolongkan menjadi tiga macam sistem dispersi, yaitu: larutan sejati, sistem koloid, dan suspensi.
Tabel Perbedaan larutan sejati, koloid, dan suspensi
No
Larutan Sejati
Koloid
Suspensi
1
Diameter  < 10-7cm
Diameter 10-7 cm – 10-5 cm
Diameter > 10-5 cm
2
Satu fase
Dua fase
Dua fase
3
Jernih
Agak keruh
keruh
4
Homogen
Antara homogen dan heterogen
Heterogen
5
Tidak dapat disaring
Tidak dapat disaring
Dapat disaring
6
Tidak mengendap
Sukar mengendap
Mudah mengendap
7
Stabil
Relatif stabil
Tidak stabil
8
Amikron,
Submikron,
Mikron,



Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi yang menyusun sistem koloid, dapat dibedakan menjadi 8 sistem koloid
No
Fase terdispersi
Medium pendispersi
Nama koloid
Contoh
1
Gas
Cair
busa
Buih sabun, ombak, limun, krem kocok (whipped cream)
2
Gas
Padat
Busa padat
Batu apung, lava, karet busa, biscuit
3
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut, awan, hairspray, obat semprot
4
Cair
Cair
emulsi
Susu, santan, minyak ikan
5
Cair
Padat
gel
Keju, mentega, nasi, selai, lateks, agar-agar, mutiara, semir padat, lem
6
Padat
Gas
Aerosol padat
Asap, debu, buangan knalpot
7
Padat
Cair
sol
Kanji, cat, tinta, putih telur, lumpur, semir cair, lem cair
8
Padat
Padat
Sol padat
Tanah, kaca, permata, perunggu
Campuran gas dengan gas tidak membentuk system koloid, sebab semua gas akan bercampur homogen dalam segala perbandingan.
B. SIFAT – SIFAT  K O L O I D
1.  Efek Tyndall
Adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid.
2.  Gerak Brown
Adalah gerakan acak/gerak lurus ke segala arah yang ditunjukkan oleh partikel koloid
3.  Adsorpsi
Adalah penyerapan suatu molekul atau ion pada permukaan suatu zat. Suatu sistem koloid mempunyai kemampuan mengadsorbsi, sebab partikel koloid memiliki permukaan yang sangat luas.
Peristiwa adsorbsi digunakan dalam:
a.  Penyembuhan sakit perut dengan menggunakan serbuk karbon (norit).
b.  Proses pemurnian gula pasir.
c.  Pencelupan serat wol, kapas atau sutera.
4.  Koagulasi/Aglutinasi
Koagulasi adalah peristiwa penggumpalan atau pengendapan koloid. Koagulasi ada dua cara yaitu:
a.  Cara mekanik, misalnya pemanasan, pendinginan, dan pengadukan.
b.  Cara kimia, misalnya dengan penambahan larutan elektrolit.
Contoh: partikel karet dalam lateks dapat dikoagulasi dengan asam asetat.
Peristiwa koagulasi dalam kehidupan sehari-hari:
a.  Terbentuknya delta di muara sungai
b.  Proses penutupan luka
5.  Elektroforesis
Adalah pergerakan partikel koloid di bawah pengaruh medan listrik.
contoh kegunaan dari proses elektrolisis :
            Untuk mengurangi zat pencemar udara yang dikeluarkan oleh cerobong asap pabrik.
Cerobong asap pabrik bagian dalam dilengkapi dengan “pengendap elektrostatika” berupalempengan logam yang diberi muatan listrik yang akan menarik dan menggumpalkan debu halus dalam asap buangan.
6.  Opalesensi
Adalah peristiwa dimana warna koloid pada sinar dating tidak sama dengan sinar pergi.
7.  Sifat koligatif yang tidak jelas.
C.  Pembuatan Koloid
Pembuatan sistem koloid dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu:
1. Cara kondensasi
Adalah cara pembuatan system koloid dengan mengubah partikel-partikel larutan sejati menjadi partikel-partikel koloid.
Pembuatan koloid secara kondensasi dapat dilakukan dengan :
a. Cara kimia
1)  Hidrolisis
Cara ini dipakai untuk logam-logam seperti Al, Fe, dan Cr karena basa logam tersebut ber-
bentuk koloid. Contoh : pembuatan sol Fe(OH)3
FeCl3(aq)  +  3 H2O(l)  →  Fe(OH)3(s)  +  3 HCl(l)
2) Reaksi reduksi-oksidasi
Sol logam seperti sol emas dapat diperoleh dengan mereduksi larutan garamnya, mengguna-
kan reduktor nonelektrolit seperti formaldehid.
2 AuCl3  +  3 HCHO  +  3 H2O  →  2 Au  +  6 HCl  +  3 HCOOH
Sol belerang dan iodin dapat dibuat dengan mengoksidasi ion sulfida dan iodida.
2 H2S  +  SO2  →  3 S  +  2 H2O
5 HI  +  HIO  →  3 I2  +  3 H2O
3) Reaksi pengendapan
Dua buah larutan encer yang masing-masing mengandung elektrolit dicampurkan sehingga
menghasilkan endapan yang berukuran koloid.
As2O3  +  3 H2S  →  As2S3 (s)  +  3 H2O
AgNO3  +  NaCl  →  AgCl (s)  +  NaNO3
b. Cara fisis
Cara fisis dilakukan dengan pendinginan, penggantian pelarut, dan pengembunan uap.
2.  Cara dispersi
Yaitu menghaluskan partikel suspensi yang terlalu besar menjadi partikel yang berukuran koloid. Beberapa cara disperse yang sering dilakukan adalah :
a.  Cara mekanik
Dengan penggerusan/penggilingan lalu didispersikan dalam medium pendispersi, untuk mencegah penggumpalan ditambahkan zat pemantap (stabilizer).
b.  Cara peptisasi
Dengan menambahkan suatu elektrolit yang mengandung ion sejenis.
c.  Cara busur Bredig (cara elektrodispersi)
Cara ini khusus untuk membuat sol logam. Dua kawat logam yang berfungsi sebagai elektroda dicelupkan ke dalam air, kemudian kedua ujung kawat diberi loncatan listrik.


BERIKUT INI ADALAH VIDEO PEMBELAJARAN KOLOID :


SETELAH MEMPELAJARI MATERI KOLOID, KERJAKANLAH ULANGAN KOLOID I DAN ULANGAN KOLOID II BERIKUT  :

Klik link di bawah ini untuk mengerjakan :

ULANGAN HARIAN KOLOID II

Selasa, 24 Januari 2017

TOPIK : LARUTAN ASAM - BASA


TEORI ASAM - BASA ARRHENIUS
  A S A M
Svante Arrhenius (1887) menggemukakan bahwa asam adalah suatu zat yang jika dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion hidronium (H+). Asam umumnya merupakan senyawa kovalen dan akan menjadi bersifat asam jika sudah larut dalam air. Sebagai contoh gas hidrogen klorida bukan merupakan asam, tetapi jika sudah dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion H+. Reaksi yang terjadi adalah:
HCl(aq)  →   H+(aq)  +  Cl(aq)


Beberapa jenis senyawa Asam, diantaranya:

1. Asam Biner ( terdiri dari dua jenis unsur)
Contoh :
Asam Fluorida   : HF(aq) → H+(aq) + F(aq)
Asam klorida     : HCl(aq) → H+(aq) + Cl(aq)
2. Asam Oksi
Contoh:
Asam nitrat          :  HNO3(aq) → H+(aq) + NO3(aq)
Asam sulfat          : H2SO4(aq) → 2H+(aq) + SO42-(aq)
3. Asam organik
Contoh:
Asam asetat      : CH3COOH(aq) → H+(aq) + CH3COO(aq)
Asam benzoat   : C6H5COOH(aq) → H+(aq) + C6H5COO(aq)
Dari persamaan reaksi di atas menunjukan bahwa satu molekul asam dapat melepaskan satu, dua, atau tiga ion H+. Asam yang hanya menghasilkan sebuah ion H+ disebut sebagai asam monoprotik, atau asam berbasa satu, asam yang menghasilkan dua ion H+ setiap molekulnya disebut asam diprotik atau asam berbasa dua.
Menurut teori asam basa Arrhenius, asam kuat merupakan asam yang derajat ionisasinya besar atau mudah terurai dan banyak menghasilkan ion H+ dalam larutannya. Asam kuat diantaranya HCl, HBr, HI, H2SO4, HNO3, dan HClO4.

B A S A
Menurut teori asam basa Arrhenius, basa adalah senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion OH. Umumnya basa terbentuk dari senyawa ion yang mengandung gugus hidroksida (-OH) di dalamnya. Akan tetapi, amonia (NH3) meskipun merupakan senyawa kovalen, tetapi di dalam air termasuk senyawa basa, karena setelah dilarutkan ke dalam air dapat menghasilkan ion OH.

NaOH(aq) → Na+(aq) + OH(aq)

Beberapa jenis senyawa basa , diantaranya:
1. Senyawa yang mengandung ion hidroksida
Contoh:
Kalsium hidroksida : Ca(OH)2(aq) → Ca2+(aq) + 2OH(aq)
2. Senyawa yang bereaksi dengan air melepaskan ion hidroksida
Contoh:
Amonia : NH3(aq) + H2O(l) → NH4+(aq) + OH(aq)
Metil amina: CH3NH2(aq) + H2O(l) →  CH3NH3+(aq) + OH(aq)
Tidak semua senyawa  yang mengandung gugus –OH merupakan suatu basa. Contohnya CH3COOH dan C6H5COOH justru merupakan asam. Sementara itu, CH3OH tidak menunjukan sifat asam atau basa di dalam air (ini termasuk oksida indiferen).
Menurut teori asam basa Arrhenius, terdapat basa kuat dan basa lemah. Basa kuat merupakan basa yang mudah terionisasi dalam larutannya dan banyak mengahsilkan ion OH. Contohnya KOH, NaOH, Ba(OH)2, dan Ca(OH)2.

Sumber :
Harjani, T., dkk.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI. Masmedia: Sidoarjo
Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga: Jakarta

Silahkan :  DOWLOAD TEORI ASAM-BASA YANG LAIN DISINI 
 
Berikut ini adalah video pembelajaran larutan asam - basa :



Setelah mempelajari materi larutan asam – basa, kerjakanlah test berikut ini :