Selasa, 01 Agustus 2017

MODUL HIDROKARBON

SILAHKAN DOWNLOAD,KLIK >>MODUL HIDROKARBON


                         

Selasa, 11 Juli 2017

KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) : BELAJAR, BERKARYA DAN BERINOVASI

By : Idha Nurhayati

DOWNLOAD  :  MODUL  KIR  2017
Pendaftaran paling lambat : Senin, 31 Juli 2017

“Tak kenal maka tak sayang, salah kenal cinta melayang”, Peribahasa tersebut pantas kiranya menjadi satu alasan mengapa kita harus mengenal KIR ( Kelompok ilmiah remaja). KIR adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan untuk menghasilkan karya ilmiah. KIR merupakan salah satu Ekstrakurikuler yang sangat tepat untuk siswa yang kreatif dan selalu ingin mencoba hal yang baru. Kegiatan ini mengajarkan bagaimana caranya kita dalam melakukan sebuah penelitian beserta percobaan dan eksperimennya. Selain itu kegiatan ini juga mengajarkan kita dalam penyusunan untuk membuat sebuah karya tulis dan membuat sebuah laporan. Kegiatan ini sering kali turun ke lapangan secara langsung. selain itu cakupan daerah yang menjadi lapangannya sangatlah luas dan tidak terbatas. Bisa dalam bidang bahasa, sosial, Pengetahuan Tekhnologi ataupun tentang sains. ruang lingkup yang digunakan dalam kegiatan ini sangatlah bervariatif.
KIR merupakan kegiatan yang menuntut kreatifitas dari para siswa.Selain itu kegiatan ini juga menuntut kita untuk berpikir luas dan tidak berpikir sempit dalam menyelesaikan suatu masalah. Karena kegiatan ini memerlukan ketekunan, keuletan, kerajinan serta kesabaran dari para pesertanya. Kegiatan ini sangatlah pantas diikuti oleh para remaja untuk menumbuhkan kreatifitas pribadi kita dan untuk menambahkan wawasan kita dalam melihat dan memandang luasnya dunia.
MENGAPA BUDAYA PENELITIAN ILMIAH PERLU DIKEMBANGKAN

Proses pendidikan (di sekolah) bertujuan untuk meningkatkan potensi peserta didik secara berkelanjutan agar dapat bermanfaat seluas-luasnya bagi kemaslahatan umat manusia dan alam semesta. Salah satu potensi yang penting untuk dimiliki seseorang agar dapat memberikan manfaat yang luas adalah kecakapan di dalam berfikir, bersikap dan berkarya ilmiah. Kecakapan tersebut dapat dibangun melalui berbagai cara, salah satunya yang utama adalah melalui kegiatan penelitian ilmiah.
Setiap orang pasti akan menghadapi masalah di dalam kehidupanya. Cara terbaik dan paling menguntungkan untuk menghadapi masalah adalah menyelsaikanya..Kecakapan berfikir, bersikap dan berkarya ilmiah sangat dibutuhkan didalam menyelesaikan masalah-masalah kehidupan..
Secara luas, alasan mengapa budaya penelitian ilmiah perlu dikembangkan, adalah keprihatinan kita terhadap sepinya dunia penelitian di Indonesia. Menurut laporan UNESCO (2010) : Finlandia adalah Negara dengan rasio jumlah peneliti tetinggi di dunia, yaitu 7.382 peneliti persejuta penduduk, Selandia Baru (7.084 per sejuta), Jepang(6.480 per sejuta), singapura (6.088 per sejuta), Malaysia (372 per sejuta), Thailand (311 per sejuta) sedangkan Indonesia hanya memiliki 162 peneliti per sejuta penduduk. Jelas posisi Indonesia di bidang penelitian masih sangat jauh terpuruk di bandingkan dengan negara-negara lain di dunia.Membudayakan penelitian Ilmiah di sekolah memang perlu, dalam upaya membangun generasi peneliti yang tangguh agar Indonesia tidak tertinggal dengan Negara-negara lain di dunia.
KIR SMA NEGERI 1 PATI
Keberadaan KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) di SMA Negeri 1 Pati di mulai sejak tahun 1980. Dalam perjalananya, KIR SMA Negeri 1 Pati telah banyak melahirkan karya-karya ilmiah yang kreatif dan inovatif. Tercatat berikut ini prestasi karya ilmiah Smansapati yang pernah diraih :
No
NAMA
TAHUN
JENIS LOMBA
TINGKAT
PRESTASI
1
Felia Wahono 
2011
INEPO EURASIA
Internasional
Medali Perunggu
2
Ade Kusuma Putri
2011
Lomba dan Gelar Karya Ilmiah untuk Siswa SLTA
Nasional
Juara I
3
Erna Nur Fitria dkk
2012
Lomba Earth Science Technology International Jambore and Olympiad di UPN VeteranYogykarta
Nasional
Medali Perak   
4
Hanisa Rinda Putri
2014
Lomba Karya Ilmiah  Benda Cagar Budaya Jawa Tengah
Nasional
Juara I
5
Ineke Intania
2014
Lomba karya tulis ilmiah INDIKATAMA - Pusat Inovasi Teknologi ITS
Nasional
Juara Favorite
6
Risdhania Salsabila,    Alifiya Rofikhatul U.
2017
Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) - LIPI
Nasional
Finalis
7
Erna Nur Fitria
2012
Research Project Presentation on English Camp 2012, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah
Propinsi
Juara Harapan 1
8
Ilham Dary Athalah
2013
Research Project Presentation on English Camp 2012, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah
Propinsi
Juara I
9
Muhammad Annis  Wichi Luthfina
2013
Lomba karya tulis ilmiah dalam rangka hari air dunia, dinas PSDA prop  Jateng
Propinsi
Juara I
10
Dian Kartika 
Maulia Zahro H.

2013
Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)
Propinsi
Juara I
11
Erna Nur Fitria & Okta Rinata IN.
2013
Research Project Presentation on English Camp 2013, Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah
Propinsi
Juara I
12
Prima Luthfi K.
2013
Lomba karya ilmiah Tata Ruang, Dinas Cipta Karya, Jawa Tengah
Propinsi
Juara II
13
Ade Kartika Putri
2014
Lomba karya tulis ilmiah dalam rangka hari air dunia, dinas PSDA prop  Jateng
Propinsi
Juara I
14
Ineke Intania
2015
Lomba karya tulis ilmiah dalam rangka hari air dunia, dinas PSDA prop  Jateng
Propinsi
Juara II
15
Risdhania Salsabila,    Alifiya Rofikhatul U.
2017
Lomba karya tulis ilmiah dalam rangka hari air dunia, dinas PSDA prop  Jateng
Provinsi
Juara 1
16
Kiki Sabtia          
2012
Juara 1 lomba karya ilmiah cagar budaya
Kabupaten
Juara III
17
M. Ichsan Andi W.
2012
Juara 1 lomba karya ilmiah cagar budaya
Kabupaten
Juara I
18
Dian Kartika 
Maulia Zahro H.
2013
Lomba OPSI - Penelitian terapan Kab Pati
Kabupaten
Juara I
19
Dian Kartika 
Maulia Zahro H.
2014
Pati Inovation Award
Kabupaten
Juara III
20
Ineke Intania
2014
Lomba OPSI - Penelitian terapan Kab Pati
Kabupaten
Juara 1
21
Fina Alvia Rahma
2014
Lomba OPSI - Penelitian Sains Dasar Kab Pati
Kabupaten
Juara 1
22
Neki Reilena         Tiara Rimadhani 
2014
Lomba OPSI - Penelitian Humaniora Kab Pati
Kabupaten
Juara 1
Dari prestasi-prestasi yang telah diperoleh, menjadikan motivasi bagi siswa-siswa SMA Negeri 1 Pati untuk terus berpacu menggali ide-ide kreatif dan inovatif dalam penelitianya.
Hingga saat ini KIR SMANSAPATI masih menjadi salah satu kegiatan ektrakurikuler yang cukup diminati. Dibawah bimbingan Ibu Idha Nurhayati (pembimbing IPA dan terapan) dan Bapak Amal Hamzah (pembimbing IPS), para siswa terus berkarya. Bapak – Ibu pembimbing akan selalu siap untuk berperan sebagai teladan, motivator dan fasilitator. Pembimbingan dilakukan secara intensif, baik bimbingan teoritis maupun bimbingan praktis. 
          Selamat bergabung dalam KIR SMA Negeri 1 Pati,  Pasti biisaa…!! “Kesempatan emas seringkali dilewatkan banyak orang karena selintas terlihat seperti hal yang biasa-biasa dan sepele saja”(Thomas Alva Edison).

VIDEO KARYA ILMIAH SMANSAPATI

Selasa, 24 Januari 2017

TOPIK : LARUTAN ASAM - BASA


TEORI ASAM - BASA ARRHENIUS
  A S A M
Svante Arrhenius (1887) menggemukakan bahwa asam adalah suatu zat yang jika dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion hidronium (H+). Asam umumnya merupakan senyawa kovalen dan akan menjadi bersifat asam jika sudah larut dalam air. Sebagai contoh gas hidrogen klorida bukan merupakan asam, tetapi jika sudah dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion H+. Reaksi yang terjadi adalah:
HCl(aq)  →   H+(aq)  +  Cl(aq)


Beberapa jenis senyawa Asam, diantaranya:

1. Asam Biner ( terdiri dari dua jenis unsur)
Contoh :
Asam Fluorida   : HF(aq) → H+(aq) + F(aq)
Asam klorida     : HCl(aq) → H+(aq) + Cl(aq)
2. Asam Oksi
Contoh:
Asam nitrat          :  HNO3(aq) → H+(aq) + NO3(aq)
Asam sulfat          : H2SO4(aq) → 2H+(aq) + SO42-(aq)
3. Asam organik
Contoh:
Asam asetat      : CH3COOH(aq) → H+(aq) + CH3COO(aq)
Asam benzoat   : C6H5COOH(aq) → H+(aq) + C6H5COO(aq)
Dari persamaan reaksi di atas menunjukan bahwa satu molekul asam dapat melepaskan satu, dua, atau tiga ion H+. Asam yang hanya menghasilkan sebuah ion H+ disebut sebagai asam monoprotik, atau asam berbasa satu, asam yang menghasilkan dua ion H+ setiap molekulnya disebut asam diprotik atau asam berbasa dua.
Menurut teori asam basa Arrhenius, asam kuat merupakan asam yang derajat ionisasinya besar atau mudah terurai dan banyak menghasilkan ion H+ dalam larutannya. Asam kuat diantaranya HCl, HBr, HI, H2SO4, HNO3, dan HClO4.

B A S A
Menurut teori asam basa Arrhenius, basa adalah senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion OH. Umumnya basa terbentuk dari senyawa ion yang mengandung gugus hidroksida (-OH) di dalamnya. Akan tetapi, amonia (NH3) meskipun merupakan senyawa kovalen, tetapi di dalam air termasuk senyawa basa, karena setelah dilarutkan ke dalam air dapat menghasilkan ion OH.

NaOH(aq) → Na+(aq) + OH(aq)

Beberapa jenis senyawa basa , diantaranya:
1. Senyawa yang mengandung ion hidroksida
Contoh:
Kalsium hidroksida : Ca(OH)2(aq) → Ca2+(aq) + 2OH(aq)
2. Senyawa yang bereaksi dengan air melepaskan ion hidroksida
Contoh:
Amonia : NH3(aq) + H2O(l) → NH4+(aq) + OH(aq)
Metil amina: CH3NH2(aq) + H2O(l) →  CH3NH3+(aq) + OH(aq)
Tidak semua senyawa  yang mengandung gugus –OH merupakan suatu basa. Contohnya CH3COOH dan C6H5COOH justru merupakan asam. Sementara itu, CH3OH tidak menunjukan sifat asam atau basa di dalam air (ini termasuk oksida indiferen).
Menurut teori asam basa Arrhenius, terdapat basa kuat dan basa lemah. Basa kuat merupakan basa yang mudah terionisasi dalam larutannya dan banyak mengahsilkan ion OH. Contohnya KOH, NaOH, Ba(OH)2, dan Ca(OH)2.

Sumber :
Harjani, T., dkk.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI. Masmedia: Sidoarjo
Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga: Jakarta

Silahkan :  DOWLOAD TEORI ASAM-BASA YANG LAIN DISINI