Rabu, 04 Januari 2017

PRAKTIKUM INDIKATOR ALAMIAH

A.  Tujuan
Mengetahui berbagai jenis bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa.

B.  Alat dan Bahan
     a.    Lumpang dan alat penumbuk
  b.   Plat tetes
  c.    Pipet tetes
  d.    Tabung reaksi
  e .   Gelas kimia
  f.      Air suling
  g.  Kertas saring
  h.   3 macam bunga atau bagian tumbuhan yang lain
i.  Laruhtan  yang di uji  terdiri dari : Larutan A, B, C, D

C. Langkah Percobaan
a. Cara membuat indikator alamiah
1.   Haluskan masing-masing  bahan (bunga dll) indikator dan diberi sedikit air
2.   Pisahkan bahan dengan air ekstrak menjadi indikator
3.   Bagilah indikator tersebut menjadi 2 bagian, yang pertama untuk indicator cair dan yang kedua untuk indicator kertas.
4. Untuk membuat indikator kertas : potonglah kertas saring dengan ukuran 0,5 x 4 cm, kemudian celupkan kertas saring yang sudah dipotong tersebut ke dalam indikator lalu keringkan.

b.  Menentukan warna indikator dalam larutan asam, netral dan basa
1. Masukkan ke dalam tabung reaksi : larutan NaOH, air suling dan HCl masing-masing sebanyak 2 ml
2. Teteskan indikator 1 sebanyak 2 tetes ke dalam masing-masing tabung dan amati warnanya, catat pengamatan di tabel I.
3. Ulangi kegiatan di atas untuk menentukan warna indikator ke 2 dan ke 3

c. Pengujian indikator cair terhadap larutan A, B, C dan D
1.   Letakkan larutan A  pada 3 cekungan pelat tetes, kemudian masukkan 2 tetes masing-masing indikator 1, 2, 3 pada 3 cekungan larutan A
2.  Amati perubahan warna yang terjadi dan tulis hasil pengamatan pada tabel II
3.   Ulangi kegiatan yang sama untuk  larutan B, C dan D

D. Hasil Pengamatan
TABEL I
No
Nama Indikator alamiah
Warna Indikator
Warna Indikator dalam larutan :
HCl (Asam)
Air Suling (Netral)
NaOH (Basa)
1
......
......
......
......
......
2
......
......
......
......
......
3
......
......
......
......
......
....
TABEL II

No
Nama Indikator alamiah
Warna Indikator
Warna Indikator dalam  Larutan :
A
B
C
D
 1
Bunga  …….
......
......
......
......
......
 2
Daun  …….
......
......
......
......
......
 3
………………
......
......
......
......
......

E. Pertanyaan
1.  Bagaimana sifat (asam atau basa) larutan A, B, C dan D ?
2.  Dari ke tiga  Indikator yang kalian buat, manakah indikator yang paling tepat untuk mengidentifikasi asam dan basa? Jelaskan !
3.    Indikator manakah yang kurang baik sebagai indicator asam – basa ? jelaskan !
4.   Bagaimana Kriteria indikator yang baik berdasarkan hasil percobaanmu ?

F. Kesimpulan apa yang dapat kalian peroleh dari percobaan tersebut ?

Senin, 24 Oktober 2016

SOAL - SOAL LAJU REAKSI

1.  Larutan Ca(OH)2 dibuat dengan cara melarutkan 0,1 mol Ca(OH)2 ke dalam 200 mL air. Konsentrasi

 larutan tersebut adalah . . . . M
A. 0,05
B. 0,50
C. 0,10
D. 0,15
E. 0,25

2.  Larutan H2SO4 0,2 M dapat dibuat dari 100 mL larutn H2SO4 0,5 M. Volume air yang diperlukan untuk membuat larutan yang baru sebanyak . . . . mL
A. 50
B. 100
C. 150
D. 200
E. 250

3. Diberikan data hasil reaksi logam X dengan larutan HCl 1 M sebagai berikut
   
Laju reaksi pembentukan gas H2 pada suhu 270C adalah . . . . mL/det
A. 1,20
B. 1,25
C. 1,50
D. 2,40
E. 3,00

4.  Pada reaksi : A + B  C diperoleh rumus laju reaksi v = k [A]2. Beberapa pernyataan mengenai persamaan rekasi dan rumus laju reaksi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Laju reaksi dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi A dan B
2. Orde reaksi konsentrasi B sama dengan nol
3. Laju reaksi hasil pereaski C mempenaruhi laju reakstan B.
4. Koefisien pereaksi A tidak sama dengan koefisien reaksinya
5. Orde reaksi total adalah 1
Pernyataan yang tepat terdapat pada nomor . . . .
A. 1 dan 3
B. 1 dan 5
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 4 dan 5

5. Suatu reaksi A + B  C, mempunyai persamaan alju reaksi v = k [A]2 [B]. jika pada suhu tetap, konsentrasi A dan B masing masing dinaikkan menjadi empat kali semula, laju reaksinya menjadi . . . . .kali semula
A. 64
B. 32
C. 16
D. 8
E. 4

6. Jika pada suhu tertentu laju penguraian N2O5 menjadi NO2 dan O2 adalah 2,5 x 10-5 mol/L detik, laju pemebntukan gas O2 adalah . . . . .
A. 6,25 x 10-5
B. 5,10 x 10-5
C. 3,19 x 10-5
D. 1,25 x 10-5
E. 1.15 x 10-5

7. Pada reaksi A + B  AB diperoleh data sebagai berikut.
   https://4.bp.blogspot.com/-WnK_UaN1nSo/V_zVVg1UHkI/AAAAAAAABPU/KKot0ttu2Q8_AhGLBjLn_4iIpILennkCACEw/s1600/7.JPG 
Pernyataan yang benar berdasarkan data reaksi diatas adalah . . . . .
A. Orde reaksi A = 1
B. Orde reaksi B = 2
C. Orde reaksi A = 2
D. Orde reaksi total = 2
E. Orde reaksi total = 4

8. Perhatikan data yang diperoleh dari reaksi P + Q  PQ berikut !
    
Orde reaksi Q pada reaksi tersebut adalah . . . .
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

9. Persamaan laju reaksi untuk A + 2B  C yang berlangsung dalam wadal 1 L adalah v = k [A][B]2. Jika konsentrasi zat A dan B mula mula 1 M, laju reaksi pada saat konsentrasi A tinggal ¾ M adalah . . . . .k
A. 9/8
B. 3/16
C. 1/16
D. 3/8
E. 1/8

10. Berikut data hasil eksperimen untuk reaksi :
X + Y  Z
Percobaan [X] M [Y] M Laju rx (M/menit)
Persamaan laju reaksi dan tetapan laju reaksinya adalah . . . .
A. V = k [A][Y] dan 100
B. V = k [A]2[Y] dan 100
C. V = k [A][Y] dan 1000
D. V = k [A]2[Y] dan 1000
E. V = k [A][Y]2 dan 1000

11. Laju reaksi awal dari suatu reaksi orde dua yaitu 5 x 10-7 M/det. Konsentrasi awal dari pereaksinya 0,2 M. Tetapan konsentrasi laju reaksinya adalah . . . .mol-1L det-1
A. 1 x 10-7
B. 1,25 x 10-5
C. 1,8 x 10-5
D. 2,0 x 10-4
E. 2,5 x 10-4

12. Diketahu percobaan untuk reaksi :
Na2S2O3 + 2HCl  2NaCl + H2O + SO2 + S
Data yang dihasilkan sebagai berikut.
Orde reaksi untuk Na2S2O3 dan HCl berturut turut adalah . . . .
A. 1 dan 0
B. 1 dan 1
C. 1 dan 2
D. 2 dan 1
E. 2 dan 2

13. Data percobaan laju reaksi :
2CO(g) + O2(g)  2CO2(g) sebagai berikut:
http://www.avkimia.com/
Laju reaksi apabila [CO] = 0,3 dan [O2] = 0,2 M adalah . . . .
A. k (0,3) (0,2)2
B. k (0,3)2 (0,2)
C. k (0,3) (0,2)
D. k (0,3)
E. k (0,2)

14. Nitrogen oksida bereaksi dengan hidrogen membentuk dinitrogen oksida, N2O dan uap air menurut persamaan : 
2NO(g) + H2(g)  N2O(g) + H2O(g)
Pengaruh konsentrasi NO dan H2 terhadap laju reaksi ditemukan sebagai berikut.
http://www.avkimia.com/
Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi NO = 0,25 M dan konsentrasi H2 = 0,5 M adalah . . . .M/det
A. 6,5 x 10-3
B. 7,0 x 10-3
C. 7,5 x 10-3
D. 8,7 x 10-3
E. 8,7 x 10-5

15. Diketahui laju reaksi untuk 2NO + Cl2  2NOCl adalah v = 0,4 [NO]2 [Cl2] M/menit. Jika 2 mol NO dan 2 mol Cl2 direaksikan dalam wadah 4 L, laju reaksi pada saat 80% NO telah bereaksi adalah . . . .M/menit.
A. 0,0004
B. 0,0012
C. 0,0048
D. 0,0128
E. 0,0256

16. Diketahui reaksi H2(g) + I2(g)  2HI(g).
Rumus laju reaksi berdasarkan hasil percobaan ditetapkan v = k [H2][I2] . jika diketahui laju reaksinya = 8,12 x 10-4 M/s, [H2] = 0,27 M, dan [I2] = 0,35 M, tetapan laju reaksinya sebesar . . . . .
A. 8,5 x 10-3
B. 8,3 x 10-3
C. 8,2 x 10-3
D. 4,1 x 10-3
E. 4,0 x 10-3

17. Perhatikan factor factor yang mempengaruhi laju reaksi berikut!
1. Suhu udara
2. Bentuk magnesium
3. Konsentrasi oksgen
4. Tekanan udara
Logam magnesium dibakar diudara. Factor yang akan mempengaruhi laju reaksi tersebut adalah nomor . . . .
A. 1, 2 dan 3
B. 1, 3 dan 4
C. 2, 3 dan 4
D. 1 dan 3 saja
E. 2 dan 4 saja

18. Bongkahan pualam dapat larut dalam asam klorida membentuk gas karbondioksida menurut persamaan reaksi :
CaCO3(s) + 2HCl(aq)  CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Laju reaksi dapat ditentukan dengan mudah melalui pengukuran . . . . .
A. Laju pembentukan air
B. Laju pembentukan CO2
C. Laju pemebntukan CaCl2
D. Laju berkurangnya kristal CaCO3
E. Laju berkurangnya konsentrasi HCl

19. Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi karena kenaikan suhu akan memperbesar..
A. Konsentrasi zat zat pereaksi
B. Energy kinetic moekul pereaksi
C. Luas permukaan bidang sentuh
D. Tekanan molekul pereaksi
E. Energy aktivasi reaktan

20. Pernyataan berikut yang menyatakan bertambahnya laju reaksi ketika luas permukaan reaktan dinaikkan adalah . . . .
a. Energy aktivasi reaksi meningkat
b. Gerakan molekul reaktan semakin cepat
c. Molekul produk semakin cepat terbentuk
d. Energy kinetic molekul reaktan meningkat
e. Ada banyak tumbukan antar molekul reaktan.