div>

Jumat, 11 Mei 2018

MATERI : SISTEM KOLOID

A. DISPERSI  K O L O I D
Bila suatu zat dicampurkan dengan zat lain, maka akan terjadi penyebaran secara merata dari suatu zat ke dalam zat lain yang disebut dengan sistem dispersi.Tepung kanji bila dimasuk- kan ke dalam air panas maka akan membentuk sistem dispersi, dengan air sebagai medium pen-dispersi dan tepung kanji sebagai zat terdispersi. Berdasarkan ukuran partikel hasil pendispersian dapat digolongkan menjadi tiga macam sistem dispersi, yaitu: larutan sejati, sistem koloid, dan suspensi.
Tabel Perbedaan larutan sejati, koloid, dan suspensi
No
Larutan Sejati
Koloid
Suspensi
1
Diameter  < 10-7cm
Diameter 10-7 cm – 10-5 cm
Diameter > 10-5 cm
2
Satu fase
Dua fase
Dua fase
3
Jernih
Agak keruh
keruh
4
Homogen
Antara homogen dan heterogen
Heterogen
5
Tidak dapat disaring
Tidak dapat disaring
Dapat disaring
6
Tidak mengendap
Sukar mengendap
Mudah mengendap
7
Stabil
Relatif stabil
Tidak stabil
8
Amikron,
Submikron,
Mikron,



Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi yang menyusun sistem koloid, dapat dibedakan menjadi 8 sistem koloid
No
Fase terdispersi
Medium pendispersi
Nama koloid
Contoh
1
Gas
Cair
busa
Buih sabun, ombak, limun, krem kocok (whipped cream)
2
Gas
Padat
Busa padat
Batu apung, lava, karet busa, biscuit
3
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut, awan, hairspray, obat semprot
4
Cair
Cair
emulsi
Susu, santan, minyak ikan
5
Cair
Padat
gel
Keju, mentega, nasi, selai, lateks, agar-agar, mutiara, semir padat, lem 
6
Padat
Gas
Aerosol padat
Asap, debu, buangan knalpot
7
Padat
Cair
sol
Kanji, cat, tinta, putih telur, lumpur, semir cair, lem cair
8
Padat
Padat
Sol padat
Tanah, kaca, permata, perunggu
Campuran gas dengan gas tidak membentuk system koloid, sebab semua gas akan bercampur homogen dalam segala perbandingan.
B. SIFAT – SIFAT  K O L O I D
1.  Efek Tyndall
Adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid.
2.  Gerak Brown
Adalah gerakan acak/gerak lurus ke segala arah yang ditunjukkan oleh partikel koloid
3.  Adsorpsi
Adalah penyerapan suatu molekul atau ion pada permukaan suatu zat. Suatu sistem koloid mempunyai kemampuan mengadsorbsi, sebab partikel koloid memiliki permukaan yang sangat luas.
Peristiwa adsorbsi digunakan dalam:
a.  Penyembuhan sakit perut dengan menggunakan serbuk karbon (norit).
b.  Proses pemurnian gula pasir.
c.  Pencelupan serat wol, kapas atau sutera.
4.  Koagulasi/Aglutinasi
Koagulasi adalah peristiwa penggumpalan atau pengendapan koloid. Koagulasi ada dua cara yaitu:
a.  Cara mekanik, misalnya pemanasan, pendinginan, dan pengadukan.
b.  Cara kimia, misalnya dengan penambahan larutan elektrolit.
Contoh: partikel karet dalam lateks dapat dikoagulasi dengan asam asetat.
Peristiwa koagulasi dalam kehidupan sehari-hari:
a.  Terbentuknya delta di muara sungai
b.  Proses penutupan luka
5.  Elektroforesis
Adalah pergerakan partikel koloid di bawah pengaruh medan listrik.
contoh kegunaan dari proses elektrolisis :
            Untuk mengurangi zat pencemar udara yang dikeluarkan oleh cerobong asap pabrik.
Cerobong asap pabrik bagian dalam dilengkapi dengan “pengendap elektrostatika” berupalempengan logam yang diberi muatan listrik yang akan menarik dan menggumpalkan debu halus dalam asap buangan.
6.  Opalesensi
Adalah peristiwa dimana warna koloid pada sinar dating tidak sama dengan sinar pergi.
7.  Sifat koligatif yang tidak jelas.
C.  Pembuatan Koloid
Pembuatan sistem koloid dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu:
1. Cara kondensasi
Adalah cara pembuatan system koloid dengan mengubah partikel-partikel larutan sejati menjadi partikel-partikel koloid.
Pembuatan koloid secara kondensasi dapat dilakukan dengan :
a. Cara kimia
1)  Hidrolisis
Cara ini dipakai untuk logam-logam seperti Al, Fe, dan Cr karena basa logam tersebut ber-
bentuk koloid. Contoh : pembuatan sol Fe(OH)3
FeCl3(aq)  +  3 H2O(l)  →  Fe(OH)3(s)  +  3 HCl(l)
2) Reaksi reduksi-oksidasi
Sol logam seperti sol emas dapat diperoleh dengan mereduksi larutan garamnya, mengguna-
kan reduktor nonelektrolit seperti formaldehid.
2 AuCl3  +  3 HCHO  +  3 H2O  →  2 Au  +  6 HCl  +  3 HCOOH
Sol belerang dan iodin dapat dibuat dengan mengoksidasi ion sulfida dan iodida.
2 H2S  +  SO2  →  3 S  +  2 H2O
5 HI  +  HIO  →  3 I2  +  3 H2O
3) Reaksi pengendapan
Dua buah larutan encer yang masing-masing mengandung elektrolit dicampurkan sehingga
menghasilkan endapan yang berukuran koloid.
As2O3  +  3 H2S  →  As2S3 (s)  +  3 H2O
AgNO3  +  NaCl  →  AgCl (s)  +  NaNO3
b. Cara fisis
Cara fisis dilakukan dengan pendinginan, penggantian pelarut, dan pengembunan uap.
2.  Cara dispersi
Yaitu menghaluskan partikel suspensi yang terlalu besar menjadi partikel yang berukuran koloid. Beberapa cara disperse yang sering dilakukan adalah :
a.  Cara mekanik
Dengan penggerusan/penggilingan lalu didispersikan dalam medium pendispersi, untuk mencegah penggumpalan ditambahkan zat pemantap (stabilizer).
b.  Cara peptisasi
Dengan menambahkan suatu elektrolit yang mengandung ion sejenis.
c.  Cara busur Bredig (cara elektrodispersi)
Cara ini khusus untuk membuat sol logam. Dua kawat logam yang berfungsi sebagai elektroda dicelupkan ke dalam air, kemudian kedua ujung kawat diberi loncatan listrik.


BERIKUT INI ADALAH VIDEO PEMBELAJARAN KOLOID :



SOAL - SOAL KOLOID

1.      Suatu campuran heterogen yang terdiri dari zat terdispersi dan zat pendispersi disebut
      a.   larutan sejati
      b.   suspensi kasar
      c.   koloid
      d.   dispersi kasar
      e.   dispersi molekular

2.      Perbedaan antara sistem koloid dengan suspensi adalah…..
a.       koloid dapat disaring menggunakan kertas saring, suspensi tidak.
b.      ukuran partikel koloid berkisar antara 10-9 cm – 10-7 cm, sedangkan suspensi berkisar antara 10-7 cm – 10-5 cm.
c.       jumlah fase koloid ada dua, sedangkan suspensi hanya satu.
d.      koloid umumnya bersifat stabil, sedangkan suspensi tidak.
e.       koloid meneruskan sinar jika disenter, suspensi membiaskannya.

3.      Diketahui suatu campuran memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
-          Jumlah fase                 : 2
-          Distribusi  partikel      : heterogen
-          Penyaringan                : dapat disaring
Campuran tersebut tergolong….
a.       larutan                                                              d.  koloid
b.      emulsi                                                               e.  suspensi
c.       sol
                                               
4.      Berikut ini yang merupakan contoh sistem koloid adalah…..
      a.   campuran gula dengan air                      d.   campuran garam dengan air
      b.   campuran susu dengan air                      e.   campuran tanah dengan air
      c.   campuran pasir dengan air
5.      Berdasarkan fasa terdispersi dan medium pendispersinya, maka koloid dapat dikelompokkan menjadi…..
      a.   sol, emulsi, dan larutan                                   d.   sol, emulsi, dan buih
      b.   sol, emulsi, dan dispersi kasar                        e.   sol, emulsi, dan bubuk
      c.   sol, emulsi, dan dispersi molekular

6.      Ketika susu instan murni dicampurkan dengan air, yang menjadi fase terdispersi dan medium pendispersi berturut-turut adalah….
a.       air – air                                                            d.  susu - air
b.      susu – susu                                                      e.  air – air susu
c.       air – susu

7.      Sistem koloid yang tersusun dari fase terdispersi gas dan fase pendispersi padat disebut . . . .
      a.   emulsi padat                                                    d.  buih cair
      b.   emulsi gas                                                       e.  buih padat
      c.   sol gas

8.      Contoh sistem koloid di bawah ini yang memiliki fase terdispersi cair dan medium pendispersi cair adalah…..
      a.   tinta                                                                 d.   krim kocok           
      b.   jeli                                                                   e.   krim tangan (lotion)
      c.   cat

9.      Di bawah ini yang merupakan contoh sol padat adalah…..  
      a.   gelas berwarna dan jelly
      b.   paduan logam dan tinta                         
      c.   intan hitam dan mutiara
      d.   gelas berwarna dan intan hitam
      e.   gelas berwarna dan cat

10.  Beberapa contoh sistem koloid
1.      susu                                4.   styrofoam
2.      cat                                  5.   tinta
3.      mayonnaise                    6.   batu apung
Yang termasuk aplikasi dari sistem koloid sol cair adalah . . . .
      a.   1 dan 2                                                            d.   2 dan 4
      b.   1 dan 3                                                            e.   2 dan 5
      c.   2 dan 3

11.  Roti merupakan salah satu contoh sistem koloid…..
      a.   fase terdispersi gas dan medium pendispersi zat padat
      b.   fase terdispersi zat padat dan medium pendispersi gas
      c.   fase terdispersi gas dan medium pendispersi zat cair
      d.   fase terdispersi zat cair dan medium pendispersi zat padat
      e.   fase terdispersi zat padat dan medium pendispersi zat padat

12.  Koloid mampu menghamburkan cahaya yang diarahkan kepadanya. Kemampuan koloid untuk menghamburkan cahaya disebut….
a.       hamburan optis
b.      gerak Brown                                                  
c.       efek Tyndall
d.      efek Compton
e.       sifat koagulasi

13.  Sifat penghamburan cahaya oleh koloid dikaitkan dengan . . . .
      a.   jumlah fase
      b.   distribusi partikel
      c.   viskositas
      d.   kestabilan
      e.   ukuran partikel

14.  Jika seberkas sinar dilewatkan ke dalam campuran NaCl dan air dan campuran Fe2O3 dan air, maka  . . . .
      a.   campuran Fe2O3 dan air menghamburkan cahaya sedangkan campuran NaCl dan air meneruskan cahaya
      b.   campuran Fe2O3 dan air meneruskan cahaya sedangkan campuran NaCl dan air menghamburkan cahaya
      c.   campuran Fe2O3 dan air serta campuran NaCl dan air menghamburkan cahaya
      d.   campuran Fe2O3 dan air serta campuran NaCl dan air meneruskan cahaya
      e.   campuran Fe2O3 dan air maupun campuran NaCl dan air tidak menghamburkan atau meneruskan cahaya

15.  Perhatikan tabel berikut!
Campuran
Warna Campuran
Penggolongan campuran
Larutan
Koloid
X
Bening
Y
Bening
Z
Bening
. . .
. . .

Ketiga campuran dimasukkan ke tabung reaksi yang berbeda. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melengkapi tabel di atas adalah…..
a.       masing-masing tabung reaksi tersebut disinari dengan senter  jika berkas sinar diteruskan maka campuran tersebut tergolong koloid
b.      salah satu campuran dipilih sebagai sampel  disinari dengan senter  jika berkas sinar dihamburkan maka ketiga campuran tersebut tergolong koloid karena warnanya sama
c.       masing-masing tabung reaksi tersebut disinari dengan senter  jika berkas sinar dihamburkan maka campuran tersebut tergolong larutan
d.      ketiga campuran dicampurkan  disinari dengan senter  jika berkas sinar dihamburkan maka campuran tersebut tergolong koloid
e.       masing-masing tabung reaksi tersebut disinari dengan senter jika berkas sinar dihamburkan maka campuran tersebut tergolong koloid

16.  Perhatikan data di bawah ini.
No
Warna campuran
Keadaan ketika disinari
Sebelum penyaringan
Setelah Penyaringan
1
Bening
Bening
Berkas sinar diteruskan
2
Keruh
Keruh
Berkas sinar dihamburkan
3
Bening
Bening
Berkas sinar diteruskan
4
Keruh
Keruh
Berkas sinar dihamburkan
5
Bening
Bening
Berkas sinar dihamburkan
     
      Dari data di atas, yang termasuk koloid adalah…..
      a.   1, 2 dan 3                                                        d.   2, 4 dan 5
      b.   1, 2 dan 4                                                        e.   3, 4, dan 5
      c.   1, 2, dan 5

17.  Langit berwarna biru pada siang hari dan berwarna kuning kemerahan ketika akan terbit atau terbenam matahari. Peristiwa ini dapat dijelaskan oleh . . . .
      a.   gerak brown                                                    d.   koagulasi
      b.   efek tyndall                                                     e.   koloid pelindung
      c.   elektroforesis

18.  Berikut ini merupakan contoh efek Tyndall dalam kehidupan sehari-hari, kecuali . . . .
      a.   sorot lampu mobil pada malam yang berkabut
      b.   sorot lampu proyektor dalam gedung bioskop yang berdebu atau berasap
      c.   berkas sinar matahari melalui celah daun pohon-pohon, pada pagi hari yang berkabut
      d.   sorot lampu pada udara yang bersih
      e.   berbedanya warna langit (terkadang berwarna biru dan berwarna merah/oranye pada waktu matahari terbenam

19. Tidak semua lampu  dapat digunakan untuk menerangi jalan pada saat berkabut. Hal ini karena…..
      a.   tidak semua sinar lampu dapat dihamburkan oleh kabut
      b.   hanya sinar dari lampu dengan warna tertentu saja yang lebih dapat menembus kabut akibat berbedanya efek tyndall untuk setiap sinar dengan panjang gelombang berbeda
      c.   setiap sinar dari lampu dengan warna yang berbeda memiliki kesamaan dalam intensitas cahaya yang dihamburkan oleh partikel koloid
      d.   efek tyndall adalah sama untuk setiap warna
      e.   efek Tyndall tidak sama untuk setiap sinar yang memiliki panjang gelombang berbeda sehingga sinar yang lebih banyak dihamburkan lebih cocok digunakan untuk menerangi jalan pada saat berkabut

20.  Jika sinar merah dan ungu dipancarkan pada saat berkabut, maka…..
      a.   intensitas penghamburan warna merah sama dengan intensitas penghamburan warna ungu
      b.   intensitas penghamburan warna merah lebih besar dari intensitas penghamburan warna ungu
      c.   intensitas penghamburan warna merah lebih kecil dari intensitas penghamburan warna ungu
      d.   intensitas penghamburan warna ungu lebih kecil dari intensitas penghamburan warna merah
      e.   intensitas penghamburan warna merah dan ungu tidak dapat dibandingkan

21.  Pada gerak Brown terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zig-zag. Hal ini karena….
      a.   ukuran partikel koloid cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi setimbang
      b.   ukuran partikel koloid cukup besar, maka tumbukan yang terjadi setimbang
      c.   ukuran partikel koloid cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi tidak setimbang
      d.   ukuran partikel koloid cukup besar, maka tumbukan yang terjadi tidak setimbang
      e.   ukuran partikel koloid cukup besar dan mempunyai energi kinetik yang cukup besar, maka tumbukan yang terjadi setimbang

22.  Gerak Brown pada sistem koloid, akan membuat partikel koloid menjadi . . . .
      a.  dapat mengatasi pengaruh gravitasi sehingga partikel terdispersinya tidak memisahkan diri dari medium pendispersinya
      b. dapat mengatasi pengaruh gravitasi sehingga partikel terdispersinya memisahkan diri dari medium pendispersinya
      c.  tidak dapat mengatasi pengaruh gravitasi sehingga sistem koloid mengalami pengendapan (koagulasi)
      d.   dapat bergerak ke segala arah sehingga dapat menghamburkan cahaya
      e.   dapat menyerap partikel-partikel padat lain yang terlarut dalam suatu sistem koloid
23.  Gerak Brown dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu. Jika suhu sistem koloid dinaikkan, maka…..
      a.   gerak brown akan semakin cepat karena energi kinetik partikel medium pendispersi semakin besar sehingga semakin sering bertumbukan dengan partikel koloid
      b.   gerak brown akan semakin cepat karena energi kinetik partikel medium pendispersi semakin besar dan ukuran partikel koloid akan semakin kecil
      c.   gerak brown akan semakin lambat karena ukuran partikel koloid semakin membesar sehingga tumbukan yang terjadi seimbang
      d.   gerak brown akan semakin lambat karena suhu yang tinggi akan membuat partikel koloid menjadi pasif
      e.   gerak brown akan semakin lambat karena energi kinetik medium pendispersi semakin besar

24.  Suatu proses penyerapan partikel pada permukaan zat disebut . . . .
      a.   absorpsi
      b.   efek tyndall                                                    
      c.   koagulasi
      d.   adsorpsi
      e.   elektroforesis

25.  Koloid dibawah ini yang tidak dapat dibuat dengan cara kondensasi adalah….
a. Sol belerang
b. sol AgCl
c. sol Fe(OH)3
d. sol amilum
e. sol emas
26.  Beberapa aplikasi sistem koloid:
            1.   Pemutihan gula pasir
            2.   Penjernihan air
            3.   Pembentukan delta di muara sungai
            4.   Pewarnaan kain
            5.   Penyadapan karet
      Yang merupakan aplikasi dari sifat koloid adsorpsi adalah . . . .
  1. 1, 3 dan 5                                                        d.   2, 3 dan 4
  2. 1, 2 dan 5                                                        e.   3, 4 dan 5
  3. 1, 2 dan 4
27.  Partikel koloid sol dapat memiliki muatan karena…..
      a.   ion-ion tertentu (kation/anion) terakumulasi di dalam partikel koloid sol
      b.   ion-ion tertentu (kation/anion) terakumulasi di seluruh bagian partikel koloid sol
      c.   penyerapan ion-ion tertentu (kation/anion) pada permukaan partikel koloid sol
      d.   adsorpsi molekul netral tertentu oleh partikel koloid
      e.   ion-ion tertentu (kation/anion) diabsorpsi oleh partikel koloid sol

29.  Muatan partikel koloid memiliki pengaruh dalam menjaga kestabilan sistem koloid karena partikel koloid akan . . . .
      a.   saling tarik-menarik akibat bermuatan sejenis sehingga tidak akan pernah memisah (stabil)
      b.   saling tolak-menolak akibat bermuatan sejenis sehingga terhindar dari agregasi partikel koloid yang mengakibatkan sedimentasi
      c.   bermuatan tak sejenis sehingga tidak akan pernah terpisah
      d.   saling tolak-menolak akibat bermuatan  tak sejenis sehingga terhindar dari agregasi partikel koloid yang mengakibatkan sedimentasi
      e.   saling tarik-menarik akibat bermuatan tak sejenis sehingga tidak akan pernah memisah (stabil)

30.  Suatu cara untuk menunjukkan bahwa partikel koloid dapat bermuatan dan dapat juga untuk memurnikan koloid dari partikel-partikel zat terlarut adalah . . . .
      a.   elektroforesis                                                   d.   dispersi
      b.   koagulasi                                                         e.   ultrafiltrasi
      c.   dialisis