Senin, 15 Januari 2018

PETA KONSEP pH REAKSI ASAM BASA

Kesimpulan  :
-  Jika yang bersisa Asam atau Basa lemah   pH Buffer
-  Jika yang bersisa Asam  atau Basa Kuat    pH Asam atau Basa kuat sisa
-  Jika Asam dan Basa tidak bersisa   pH Hidrolisis
Semoga bermanfaat... Idha N

Kamis, 28 Desember 2017

PRAKTIKUM : INDIKATOR ALAMIAH

A.  Tujuan
Mengetahui berbagai jenis bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa.

B.  Alat dan Bahan
     a.    Lumpang dan alat penumbuk
  b.   Plat tetes
  c.    Pipet tetes
  d.    Tabung reaksi
  e .   Gelas kimia
  f.      Air suling
  g.  Kertas saring
  h.   3 macam bunga atau bagian tumbuhan yang lain
i.  Laruhtan  yang di uji  terdiri dari : Larutan A, B, C, D

C. Langkah Percobaan
a. Cara membuat indikator alamiah
1.   Haluskan masing-masing  bahan (bunga dll) indikator dan diberi sedikit air
2.   Pisahkan bahan dengan air ekstrak menjadi indikator
3.   Bagilah indikator tersebut menjadi 2 bagian, yang pertama untuk indicator cair dan yang kedua untuk indicator kertas.
4. Untuk membuat indikator kertas : potonglah kertas saring dengan ukuran 0,5 x 4 cm, kemudian celupkan kertas saring yang sudah dipotong tersebut ke dalam indikator lalu keringkan.

b.  Menentukan warna indikator dalam larutan asam, netral dan basa
1. Masukkan ke dalam tabung reaksi : larutan NaOH, air suling dan HCl masing-masing sebanyak 2 ml
2. Teteskan indikator 1 sebanyak 2 tetes ke dalam masing-masing tabung dan amati warnanya, catat pengamatan di tabel I.
3. Ulangi kegiatan di atas untuk menentukan warna indikator ke 2 dan ke 3

c. Pengujian indikator cair terhadap larutan A, B, C dan D
1.   Letakkan larutan A  pada 3 cekungan pelat tetes, kemudian masukkan 2 tetes masing-masing indikator 1, 2, 3 pada 3 cekungan larutan A
2.  Amati perubahan warna yang terjadi dan tulis hasil pengamatan pada tabel II
3.   Ulangi kegiatan yang sama untuk  larutan B, C dan D

D. Hasil Pengamatan
TABEL I
No
Nama Indikator alamiah
Warna Indikator
Warna Indikator dalam larutan :
HCl (Asam)
Air Suling (Netral)
NaOH (Basa)
1
......
......
......
......
......
2
......
......
......
......
......
3
......
......
......
......
......
....
TABEL II

No
Nama Indikator alamiah
Warna Indikator
Warna Indikator dalam  Larutan :
A
B
C
D
 1
Bunga  …….
......
......
......
......
......
 2
Daun  …….
......
......
......
......
......
 3
………………
......
......
......
......
......

E. Pertanyaan
1.  Bagaimana sifat (asam atau basa) larutan A, B, C dan D ?
2.  Dari ke tiga  Indikator yang kalian buat, manakah indikator yang paling tepat untuk mengidentifikasi asam dan basa? Jelaskan !
3.    Indikator manakah yang kurang baik sebagai indicator asam – basa ? jelaskan !
4.   Bagaimana Kriteria indikator yang baik berdasarkan hasil percobaanmu ?

F. Kesimpulan apa yang dapat kalian peroleh dari percobaan tersebut ?

TEORI ASAM - BASA

TEORI ASAM - BASA ARRHENIUS
  A S A M
Svante Arrhenius (1887) menggemukakan bahwa asam adalah suatu zat yang jika dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion hidronium (H+). Asam umumnya merupakan senyawa kovalen dan akan menjadi bersifat asam jika sudah larut dalam air. Sebagai contoh gas hidrogen klorida bukan merupakan asam, tetapi jika sudah dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion H+. Reaksi yang terjadi adalah:
HCl(aq)  →   H+(aq)  +  Cl(aq)


Beberapa jenis senyawa Asam, diantaranya:

1. Asam Biner ( terdiri dari dua jenis unsur)
Contoh :
Asam Fluorida   : HF(aq) → H+(aq) + F(aq)
Asam klorida     : HCl(aq) → H+(aq) + Cl(aq)
2. Asam Oksi
Contoh:
Asam nitrat          :  HNO3(aq) → H+(aq) + NO3(aq)
Asam sulfat          : H2SO4(aq) → 2H+(aq) + SO42-(aq)
3. Asam organik
Contoh:
Asam asetat      : CH3COOH(aq) → H+(aq) + CH3COO(aq)
Asam benzoat   : C6H5COOH(aq) → H+(aq) + C6H5COO(aq)
Dari persamaan reaksi di atas menunjukan bahwa satu molekul asam dapat melepaskan satu, dua, atau tiga ion H+. Asam yang hanya menghasilkan sebuah ion H+ disebut sebagai asam monoprotik, atau asam berbasa satu, asam yang menghasilkan dua ion H+ setiap molekulnya disebut asam diprotik atau asam berbasa dua.
Menurut teori asam basa Arrhenius, asam kuat merupakan asam yang derajat ionisasinya besar atau mudah terurai dan banyak menghasilkan ion H+ dalam larutannya. Asam kuat diantaranya HCl, HBr, HI, H2SO4, HNO3, dan HClO4.

B A S A
Menurut teori asam basa Arrhenius, basa adalah senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion OH. Umumnya basa terbentuk dari senyawa ion yang mengandung gugus hidroksida (-OH) di dalamnya. Akan tetapi, amonia (NH3) meskipun merupakan senyawa kovalen, tetapi di dalam air termasuk senyawa basa, karena setelah dilarutkan ke dalam air dapat menghasilkan ion OH.

NaOH(aq) → Na+(aq) + OH(aq)

Beberapa jenis senyawa basa , diantaranya:
1. Senyawa yang mengandung ion hidroksida
Contoh:
Kalsium hidroksida : Ca(OH)2(aq) → Ca2+(aq) + 2OH(aq)
2. Senyawa yang bereaksi dengan air melepaskan ion hidroksida
Contoh:
Amonia : NH3(aq) + H2O(l) → NH4+(aq) + OH(aq)
Metil amina: CH3NH2(aq) + H2O(l) →  CH3NH3+(aq) + OH(aq)
Tidak semua senyawa  yang mengandung gugus –OH merupakan suatu basa. Contohnya CH3COOH dan C6H5COOH justru merupakan asam. Sementara itu, CH3OH tidak menunjukan sifat asam atau basa di dalam air (ini termasuk oksida indiferen).
Menurut teori asam basa Arrhenius, terdapat basa kuat dan basa lemah. Basa kuat merupakan basa yang mudah terionisasi dalam larutannya dan banyak mengahsilkan ion OH. Contohnya KOH, NaOH, Ba(OH)2, dan Ca(OH)2.

Sumber :
Harjani, T., dkk.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI. Masmedia: Sidoarjo
Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga: Jakarta

Silahkan :  DOWLOAD TEORI ASAM-BASA YANG LAIN DISINI